Lenovo baru saja menggelar Lenovo Tech Day 2026 dengan tema “The Race for Enterprise AI”. Acara yang diselenggarakan di Jakarta ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam memajukan adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor bisnis, sekaligus mengungkapkan tren dan prioritas yang baru dalam implementasi teknologi ini.
Dalam forum tersebut, Lenovo memperkenalkan laporan CIO Playbook 2026 yang merupakan hasil kerjasama dengan IDC. Laporan ini didasarkan pada riset yang melibatkan lebih dari 920 Chief Information Officer (CIO) dan direktur TI di sepuluh pasar Asia Pasifik, termasuk kawasan ASEAN.
CIO Playbook 2026 ini memetakan sejauh mana kesiapan perusahaan dalam mengadopsi AI, serta kapabilitas dan prioritas yang harus diambil untuk memanfaatkan teknologi ini. Riset ini menjadi acuan bagi perusahaan dalam merencanakan langkah-langkah strategis mereka di era digital.
Transformasi Bisnis Melalui Kecerdasan Buatan yang Efisien
Dalam presentasinya, Thomas Butler, Vice President Commercial Portfolio & Product Management Lenovo, menegaskan adanya perubahan besar dalam pandangan perusahaan terhadap AI. Tahun lalu, perbincangan tentang AI masih terfokus pada tahap uji coba, namun saat ini fokus telah bergeser ke bagaimana AI dapat meningkatkan pendapatan dan profitabilitas.
Data dari CIO Playbook 2026 menunjukkan bahwa kini kenaikan pendapatan menjadi prioritas utama bagi perusahaan. Hasil riset ini mencerminkan berakhirnya fase eksperimen dan memperlihatkan tuntutan akan dampak bisnis yang lebih terukur dari teknologi AI.
Reinventing bisnis dengan AI juga menjadi salah satu fokus yang diungkapkan dalam laporan tersebut. Hal ini mencakup perubahan budaya organisasi serta peningkatan pelatihan bagi karyawan untuk memahami dan mengimplementasikan proses berbasis AI dalam kegiatan sehari-hari mereka.
Pentingnya Fokus pada Pengalaman Pengguna dan Kepuasan Karyawan
Selain prioritas utama dalam peningkatan pendapatan, laporan tersebut juga menyoroti pentingnya peningkatan pengalaman dan kepuasan pelanggan. AI kini lebih banyak digunakan dengan pendekatan berbasis hasil yang menjadi pilar utama di dalam strategi bisnis.
Lenovo mengungkapkan bahwa 96% perusahaan berencana untuk meningkatkan investasi mereka di sektor AI pada 2026. Investasi ini mencakup pengembangan AI generatif, agen AI, dan berbagai layanan serta infrastruktur AI yang lebih canggih.
Perusahaan kini tidak hanya mempertimbangkan pengembalian investasi dari AI, tetapi juga memperhatikan peningkatan layanan pelanggan dan keterlibatan karyawan. Semua ini berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih baik dan keseluruhan transformasi digital perusahaan.
Menelusuri Tren AI dalam Masa Depan Bisnis Global
Dengan semakin banyak organisasi yang memahami pentingnya AI, tren yang muncul akan mempengaruhi berbagai sektor industri. Perusahaan diharapkan tidak hanya berfokus pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada bagaimana implementasi AI dapat memengaruhi budaya dan struktur organisasi mereka.
Kesiapan dan kapabilitas dalam adopsi AI adalah kunci untuk berhasil dalam kompetisi global saat ini. Perusahaan yang cepat beradaptasi dan mengintegrasikan AI ke dalam strategi mereka diperkirakan akan unggul dalam era transformasi digital ini.
Dengan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya data dan inovasi, perusahaan harus siap menghadapi tantangan-tantangan baru yang akan muncul. Kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan ini akan menentukan keberhasilan mereka di pasar global yang semakin kompetitif.